Archive for ‘Uncategorized’

May 25, 2009

fenomena telepon murah

sekarang fenomena telepon murah memang menjadi tren tersendiri

para operator pun berlomba-lomba memberikan fasilitas semurah-murahnya’

axisspd01

telepon sampe kuping panas, sampe ketiduran, diangkot,bahkan temen saya sampe ke kamar mandipun bawa HP’ 😀

lantas muncul pertanyaan : “apakah fenomena tersebut membuat iklim yang sehat pada provider GSM??”

” trus masa se bisa semurah itu??? ” ato bahkan gratis 24 jam???” wew’

disisi konsumen memang sangat menguntungkan, tapi saya masih penasaran dan tidak tahu juga bagaimana para operator seluler (provider) bisa menyediakan seperti itu’ (???!!!)

hmmm….

Tags:
April 20, 2009

Harus banyak minta maaf

Pada <stdlib.h>….. maaf, kadang perjalanan ini merampas bijak hatiku….

Pada <iomanip.h> ..… maaf, blom bisa konsisten….

Pada X dan Y….maaf masi nyusahin (lagi)

Pada Z….maaf…aku memang egois kayaknya…maaf’

for i=a,z

maaf kalo saya ada salah

(gak hanya lebaran saja khan minta maaf)

end

March 24, 2009

Yang didapat dari guru dan dosen

Jika anda sekolah atau anda kuliah, maka apa yang anda dapatkan?? Ilmu pengetahuan…itu jawaban yang pasti. Namun apakah anda merasa bahwa ada yang lebih menarik lagi ketimbang itu??

Kalau saya sendiri se sebenernya lebih inget “petuah-petuah” nya daripada bab-bab yang menjadi satuan kurikulum baku di sekolah atau kuliah. Ketika petuah itu terselip-selip diantara pelajaran dan ketika saya sedang gak tidur(hehe) maka saya akan lebih bisa menancapkan memori itu ke otak saya. Kalau saya mengingat ingat rumus atau pengetahuan mungkin saya gak akan inget itu siapa yang mengatakannya atau siapa yang menulisnya di papan tulis.

Namun ketika saya mengingat kata-kata “petuah” itu saya langsung bisa mengingat “ ohh…ini dari Pak itu, ini dari Ibu itu…” bahkan saya bisa memvisualisasikan raut wajah guru saya tersebut…

Misalnya “ kejujuran itu ibarat mata uang yang laku dimana saja”, dari guru matematika SMA saya yang notabene saya benci…(dikasi 6 dua kali..haha)

“Tuhan gak selalu memberi yang baik khan pada kita(tidak selalu sesuai dengan keinginan kita)” dosen saya

“orang pandai itu ialah seorang yang bila menyampaikan suatu masalah yang sulit menjadi mudah diterima orang lain, bukan menjadi kompleks dan membingungkan” dosen saya

Terlepas dari ketertarikan memori saya pada hal-hal aksen diatas, namun saya lebih memandang itu adalah sisi seorang pendidik yang sesungguhnya. Bahwa esensi pendidikan itu adalah tidak hanya proses transfer ilmu pengetahuan, namun esensi pendidikan adalah juga melibatkan proses transfer kearifan-kearifan baik yang tersirat atau terucap.

Saya sangat salut sekali pada budaya jepang yang sangat menghormati guru. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa …benar sekali, guru sebagai tauladan…sangat benar. Guru sebagai pembangun moral bangsa…pasti’

October 27, 2008

cHAOS sYnDRoMe??

Kadang saya ketika berada pada waktu idle, jadi bingung sendiri. Yahh..bingung terhadap sesuatu yang pengen saya lakuin. Bukan karena gak ada kerjaan namun lebih karena saya terlalu banyak rencana dan keinginan.haha…

setidaknya tidak “gak punya kerjaan” khan’…hehe

nahh..setelah sesuatu yang sudah saya agendakan itu ada pada jadwalnya, kadang saya tidak bisa mengontrol diri saya untuk tidak beralih mengerjakan hal lain yang tidak pada waktunya. Seolah saya harus menemukan “mood” nya dulu untuk ngerjain suatu topik itu. Dan terkadang saking bingungnya saya juga jadi bingung sendiri (bahasa mana ini) sehingga gak ngerjain apa-apa malah Cuma nonton TV ato surfing gak jelas.

Suatu sindrom lagi yang ada pada saya adalah tidak bisa fokus lebih dari 15 menit pada saat belajar. Saya kadang harus refresh ato keluar kamar dulu dan balik lagi untuk bisa kembali fokus’, makanya saya tidak suka berkerja under pressure atau terus-terusan mengerjakan hal yang sama dalam waktu yang lama. Apa mungkin ini indikasi cara berfikir yang sangat acak???

Bagaimana dengan anda??

Apakah cara berfikir anda juga seperti saya??

August 2, 2008

Bang Imad wafat

Selamat Jalan Bang Imad

Imaddudin Abdurrahim. Saya Hanya mengenal beliau sebagai lewat Tulisan. salah satu Pendiri ICMI dan aktivis Islam yang juga sebagai Pendiri Masjid Salman dan pelopor Organisasi Islam di Kampus Ganesha. Sesepuh Teknik Elektro ITB. Gaya Bicara, Tulisan, dan pemikirannya tentang Islam yang begitu mengena dan lantang merupakan ciri khas dari beliau.

Berikut penggalan berita dari kompas

“Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Muhammad Imaduddin Abdulrahim (77) yang akrab dipanggil Bang Imad, meninggal dunia, Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut salah seorang putrinya, Eva, Bang Imad meninggal dengan tenang di kediamannya di Jl Bulak Raya No 33 Klender, Jakarta Timur.

“Bapak tadi sempat disuapi oleh Ibu Laila dan membaca doa serta bertakbir bersama, tiba-tiba beliau berhenti bertakbir,” ujar Eva.

Ia menjelaskan, ayahnya telah lama menderita stroke. Berdasarkan catatan, sejak Juni 1997 hingga Januari 1998, Imaduddin delapan kali masuk rumah sakit. Sejak Januari hingga Agustus 1998, Bang Imad dirawat di rumahnya di Klender. Kesehatannya sempat membaik setelah mencoba pengobatan alternatif seorang tabib di Bekasi.

Imadudin lahir di Tanjungpura, salah satu kota kecil di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tahun 1931. Ia adalah putra ketujuh dari 14 bersaudara.

Selama hidupnya, Imad menikah tiga kali. Dari istri pertama, Qur’aini, ia tidak mendapat anak, lalu cerai. Tahun 1967, Imad menikahi Siti Amanah dan dikaruniai tiga putri. Imad sangat mendambakan anak laki-laki. Tahun 1996, ia menikahi Lailatul Qudsiyah, tanpa mencerai Siti Amanah. Dari istri ketiga, Imad memperoleh seorang putra.

Tokoh pergerakan Islam yang satu generasi dengan Nurcholis Madjid itu dikenal sebagai salah satu penggagas berdirinya ICMI, Bank Muamalat, dan harian Republika.

Doktor Filsafat Teknik Industri dan Engineering Valuation dari Iowa State University itu sempat menjadi dosen di Departemen Elektro ITB (1962-1980) dan Universitas Teknologi Malaysia (1971-1973).

Beliau aktif di organisasi Islam kepemudaan lokal seperti Hizbullah Masyumi, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PII (Pemuda Islam Indonesia), dan di kancah internasional seperti WAMY, IIFSO dan MSA.”

Selamat Jalan Bang Imad. Semoga Kami di Kampus Ganesha ini dapat meneruskan perjuanganmu.

Semoga semua Amal Ibadah beliau diterima Allah SWT, dan ditempatkan di tempat yang layak disisi para Amir dan Syuhada’. Amiin