Bicara Tempat Kuliner…@ Bandung

Wahh, kalo bicara kuliner sebenernya ndak ada habisnya. Kalo masalah citarasa saya tidak kompeten seperti pak Bondan Winarno yang sangat maknyus. Pernah tau Bondan winarno?? mungkin anda tahu hanya sebagai pemandu acara wisata kuliner saja. Namun jika anda lihat profilnya dia adalah bukan orang yang hanya bisa berkata”maknyus” ketika tampil di TV begitu saja, namun seseorang yang sangat berdedikasi

ok, sekarang saya akan membahas  background dan suasana beberapa tempat kuliner yang kayaknya sudah lama saya ingin menulisnya namun terkendala waktu. Tempat kuliner yang saya maksud bukanlah tempat mengisi perut saja, seperti Mcd atau cafe2 di Mall…namun saya akan lebih menekankan pada SUASANA…yang ada unsur seni, artistik, dan juga eksotisme dari masing-masing tempat…

Yang pertama pusat kuliner sederhana yang bernama Punclut. Apabila anda suka suatu nuansa pegunungan dengan lesehan di pagi hari atau malam hari sambil melihat kota Bandung dari atas bukit, inilah pilihan tepat.  Tempat ini adalah deretan kuliner khas sunda pada saung (gubuk)yang berjajar-jajar. Banyak mobil plat B yang singgah di tempat ini di akhir pekan, namun apabila hari minggu, maka jalan ke punclut ini macet. Suasana pegunungan dan pedesaan sangat mendukung untuk melepaskan penat di akhir pekan. Punclut bukanlah tempat makan yang “mahal” namun saya pikir punclut adalah pusat kuliner sunda yang sangat eksotis karena semuanya tersaji dengan kesederhanaan. Menunya sangat variatif. Dari ayam bakar, ikan, pepes, jamur, gurami, cumi dll..dijamin, dapat menikmati kuliner dan menikmati udara pegunungan tanpa menguras dompet…

Yang kedua adalah Balubur dan gelap nayawang. Ini adalah sasaran saya bertahun-tahun. Memang ini adalah tempat makan untuk mahasiswa. Tempatnya, jangan tanya. Jelek. Tapi menunya adalah penolong mahasiswa yang kelaperan dan dompetnya tipis. Atau mahasiswa ITB yang sedang begadang di Lab menyelesaikan tugas akhir , karena tempatnya memang deket kampus ITB. Macem-macem warung makan ada disitu dengan masakan yang bermacam-macam pula. Misalkan anda penikmat nasi goreng, maka disitu minimal ada 5 nasi goreng yang cara memasak dan aromanya berbeda. Ada yang bumbunya pekat, ada juga yang halus. Ada yang “sedikit” elegan, ada juga yang versi kuli…semuanya tinggal pilih :D. Yang kadang bikin jengkel disini adalah pengamen yang setiap 5 menit sekali berganti dan “mbak-mbak”(ahaha…you know lahh) yang bikin keki dan kadang bikin geleng-geleng kepala juga :D. Oh iya, balubur ini hanya ada pada malam hari, disitu ada juga angkringan…yang merupakan tempat nongkrong dan ngopi dengan lesehan. Untuk yang kesepian di waktu malam, mungkin sangat cocok untuk ngopi atau nyemil di angkringan, dijamin akan menambah kenalan karena suasana kebersamaan dan keakraban sangat kental.

Yang ketiga adalah Rumah Makan elegan yang bernuansa etnik dan natural. Misalnya yang deket kampus ada dago panyawangan…Yang terdiri dari saung-saung (gubuk). Untuk yang membutuhkan kenyamanan pada acara kumpul dan membicarakan sesuatu atau bersantai dengan keluarga, mungkin rumah makan seperti ini lebih nyaman dan privasinya terjaga. 

Yang keempat adalah cafe mahal bernuansa etnis, seperti Cafe Bali (katanya milik Luna Maya). Saya tidak akan membahas harga karena saya juga gak akan menghabiskan uang hanya untuk makan di tempat seperti itu, jika tidak diajak (dibayarin :D). Btw selain tempat yang nyaman, cafe bali juga bernuansa etnik. Banyak lukisan dan ukiran, juga patung yang seakan-akan kita sedang berada di sebuah rumah makan di Pulau Dewata…Menunya bervariasi. Ada menu ayam krispi biasa saja, Masakan sunda, masakan Bali, juga Steak. Apabila kita mau ke musholla, maka kita harus melewati taman yang sedemikian rupa dikelilingi pohon-pohon hijau. Toiletnya juga sangat bersih, mendukung suasana yang asri dan menyenangkan.

Yang terakhir adalah konsep wisata kuliner dan alam, seperti Sapulidi di daerah parompong. Konsepnya bener-bener dibikin menjadi suatu kebun dan sawah yang diantaranya ada gubuk-gubuk untuk makan. Dengan Area yang luas, maka ketika kita makan disitu kita akan menemukan padi di sekeliling, pohon-pohon kebun, sungai kecil, dan juga hewan-hewan sawah seperti katak dan lain-lain. Bener bener suasana yang cocok untuk santai di akhir pekan baik bersama rekan atau keluarga. Btw yang unik menurut saya dari sapulidi adalah toiletnya yang sangat etnik. pintunya bermodel 2 buah pintu yang tiap helai pintunya adalah kayu ukiran. Kancing pintunya pun hanya kayu yang diselongsongkan seperti rumah jawa kuno. Tidak begitu rapat, sehingga untuk manusia modern mungkin sedikit risih karena takut terlihat dari celah yang kecil. Btw Kesan budaya dan alam sangat mengagumkan disini, sedikit banyak mengurangi penat dari hiruk pikuk perkotaan 🙂

 

2 Comments to “Bicara Tempat Kuliner…@ Bandung”

  1. ah ulasanmu kurang detil gung, cantumkan juga alamat dan menu2 andalan, pelayanan, detil harga, dll. kalo fave gw di resto rumah nenek di sekitar taman cibeunying selatan, harganya standar cafe, ga terlalu mahal 10k-50k, tempatnya cozy bgt, rumah nenek kaya jaman belanda bgt lah, udah gitu kelebihannya, semua menunya enak -_-

    kedua, ada cafe lisung di dago pakar, setelah galeri seninya nyoman nuartha, harganya standar kafe, 20k-80k, tapi masih lebih murah dari the valley dkk, soal cozy ga usah diragukan, makanannya juga enak2 :a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: