Bencana lagi…

banjir di papua…

gempa dan tsunami mentawai…

gunung merapi….

dan apalagi….

tentu itu adalah “pengingat”…setidaknya mengingatkan kita untuk selalu siap jika sewaktu-waktu menemui ajal. Nah, lalu jika ada pertanyaan mengapa kita harus siap??? toh kalo sudah mati khan ya mati saja…(yowis mati saja)…

mungkin tidak akan menjawab, namun saya akan balik bertanya ” menurut anda ada enggak akherat itu??”…jika orang itu menganggap akherat itu tidak ada…maka saya akan bertanya lagi ” marahkah anda jika tiba-tiba anda saya pukul terus saya ludahi…lalu saya lari saja menghilang” bagaimana perasaan anda??

tentu, (kalo anda normal)… anda marah dan setidaknya berharap anda bisa “membalas”…dan ketika kehidupan ini hanyalah intrik satu episode yaitu “dunia”…maka ya sangat tidak adil jika orang tidak sempat membuat perhitungan…maka itulah esensi dari akhirat,dan yang mengadili nanti adalah Pencipta kita. 

Nah, kalo ada yang bilang”saya tidak percaya TUHAN”…toh saya bisa hidup tanpa menyembah Tuhan…maka saya mungkin cuma bisa senyum, dan bertanya”anda punya keterbatasan? anda yakin bahwa ketika anda lahir dan tidak bisa berbuat apa-apa ternyata anda masih hidup sampe sekarang itu biasa saja?” anda percaya pada “keajaiban??”….

[Q.S] Dan  di Bumi, terdapat tanda-tanda(kekuasaan Allah)bagi orang orang yang yakin, juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?? 

nahh, sekarang ketika kita sudah beriman…lalu apakah kita sudah selesai?? tidak.

Iman itu adalah visi, jadi semua orang yang beriman(Islam) harus mempunyai visi dan misi. Dan visi dan misi itu, telah tertulis lengkap dalam Al Quran sebagai pedoman hidup…

lalu apa hubungannya dengan bencana-bencana ini…kita mayoritas di Indonesia khan orang beriman. Tidak ada orang atheis. Lalu kenapa negeri kita yang malah yang kena bencana. Negara lain yang tidak Islam, tidak beriman, malah baik-baik saja??

jawabannya mungkin sangat sederhana…jika anda menyayangi seseorang, pasti anda akan menegur atau mengingatkan jika orang tersebut akan berbuat salah atau sesuatu yang membahayakan dirinya…

orang tua, akan memarahi dan menasehatinya, atau mencambuknya ketika anaknya yang baru 5 tahun belajar merokok. Teman akan mengingatkan jika sahabatnya mulai terkena narkoba…

dan Mungkin di Indonesia, yang paling tepat metodenya yaitu metode “cambuk” seperti anak kecil, karena mungkin metode lain sudah tidak dihiraukan lagi…

Istighfar…

Instrospeksi…dan memperbaiki diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: