Tulisan -tulisan yang terlewat

        Setelah rehat sebentar ( maksudnya gak sampe berhari-hari) dan liat TV lagi gak disengaja melihat acara yang menarik yaitu “tatap muka” bersama farhan yang ditayangkan di salah satu televisi swasta. Topik yang disorot malam ini adalah tentang penulis. Ya, kehidupan seorang “Penulis”.

Diawali dengan prolog yang cukup menyentil yaitu bahwa masyarakat Indonesia sangat rendah dalam budaya baca-tulis, dan lebih asyik dengan media televisi yang sudah terpopulerkan sejak kanak-kanak. Padahal jika dikaji lagi, nilai-nilai dalam tulisan biasanya lebih bermutu dan dapat merangsang anak untuk berimajinasi abstrak. Jika di televisi,mereka akan cenderung “dituntun” dalam berimajinasi nya. Karakter dari tulisan biasanya juga lebih mengena, karena kita yang melukiskan sendiri tokoh idola kita pada konteks visualnya sehingga dalam pengejawantahan pun mungkin akan lebih terhayati dan lebih bernilai.

Bincang- bincang dengan seorang yang hebat pun terjadi ketika kita diajak Farhan ke Serang. Ke tempat salah satu penulis yang terkenal pada zaman 80 an yaitu ” Gola Gong”. Penulis hebat yang mempunyai satu tangan ini kemudian menjelaskan tentang esensi tulisan-tulisannya dan karyanya yang membuat saya semakin kagum. Sayang saya belum sempat baca novel itu semua, entah karena masa kecil saya agak terpinggirkan (ndeso) atau memang saya juga terkontaminasi budaya tidak suka baca itu. Tapi kayaknya enggak juga ah, Novel Laskar pelangi atau Ketika Cinta Bertasbih saja bisa saya selesaikan 2 hari. Malah ada novel yang habis semalam.

Lalu setelah dari dari Serang perjalanan dilanjutkan ke Jakarta dan Farhan dengan sukses nangkring di rumah Raditya Dika. Penulis yang menjadi bulan-bulanan masa sekarang, yang rilis buku pertamanya merupakan isi blog pribadinya. 

Walaupun penekanan pada kedua penulis ini untuk mewakili generasi yang berbeda, namun saya agak kurang pas jika Raditnya Dika dan Gola Gong dijadikan subyek perwakilan. Karena menurut saya tema-tema tulisannya pun gak sama, Raditya Dika dengan tulisan “Ngawur” nya yang untuk Humor, dan Gola Gong dengan tulisan yang ” Berisi” nya. Ya mungkin jika Gola Gong, bisa di kompare dengan Asma Nadia, Prie GS , ato Aditya Mulya misalnya.

Apapun itu, sebenernya saya suka baca semuanya. Apakah itu Dari Raditya Dika (pas banget sore tadi saya baru baca ebook “Cinta Brontosaurus” nya), Prie GS dengan “Ipunk” nya, atau Aditya Mulya dengan “Traveller’s Tale” nya… semuanya lebih menarik mata dan hati saya daripada buku kuliah. hehe…

Arrgghh!!!, masih banyak juga ternyata ebook yang saya koleksi dan blom sempet baca. Mulai dari Andrea Hirata sampe Kisah Soekarno yang dalam bhs Inggris itu. Kapan ada waktu ya ???

[[ ada yang nyahut]] : heii’…hurry….hurry…your FINAL PROJECT is waiting for finish’

saya : hyahahaa….iya iya”….ampuun kakak’ 😀

Tags: , , ,

3 Comments to “Tulisan -tulisan yang terlewat”

  1. aduh nyesel banget deh gak nonton tatap muka yang episode penulis huahua;( ada replaynya gak ya?

  2. wahh, kurang tau ya ada replaynya ato gak. mungkin cari di TV one online masih ada 🙂

  3. travelers tale ku ndang di balekne lee ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: