Fu yung hai

Konon katanya yang namanya fu yung hai itu adalah makanan, semacam omelet yang terbuat dari telor.

Saya kurang begitu tau darimana itu makanan, namun saya punya pengalaman yang menarik dengan makanan yang namanya fu yung hai.

Dari beberapa tempat yang dalam list menunya terdapat fu yung hai yang pernah saya kunjungi, semua menyuguhkan hal yang berbeda. Warung mas Ulel, yang juga jual nasi goreng di Jalan Siliwangi itu menyuguhkan fu yung hai yang hampir seperti “bubur telor” yaitu telor yang dicampur dengan kuah dan dibuat sedemikian rupa sehingga mirip telor dadar setengah mateng yang berkuah.

Di balubur agak berbeda, walupun dengan bahan dasar tetap telur, namun lebih variatif dan tidak lembek, dan dihidangkan bersama saus yang pas( menurut saya, inilah versi yang paling enak)

Beda lagi sama yang pernah saya alamin ketika Survei di Pasuruan (yang laporannya baru kelar kemaren, hihi..). saya menemui fuyung hai yang lebih menyerupai dadar telor+terigu gede, dengan sayurannya. Seingat saya dulu gak ada kuahnya

Namun yang paling parah adalah ketika saya di kotabaru dan diajak makan di Mie Naripan. Saya dengan pedenya pesen”fu yung hai a”…”pake nasi gak mas??” kata pelayannya. “oh gak usah, kataku. Trus dia nambahin “iya kok mas, fu yung hai itu porsinya banyak”…aku cuek aja.

Setelah yang laen pesenannya pada dateng ternyata pesenanku blom dateng juga. Paling akhir. ‘hmm..perasaanku gak enak ni…gumamku’. Benar juga, waktu pesenanku datang, aku hampir memekik’ “hahh???!!!” segini banyaknya??!!…yang laen juga kaget. “kamu pesen apa se gung??” katanya??…aku menjawab ogah-ogahan agak lemas…”fu yung hai”.Ya…SELOYANG UKURAN LAPTOP 14 INCH MENGGUNUNG. Kaya gumpalan bala-bala (heci ato ote-ote kalo di jatim) yang tidak seperti biasanya dan bertranformasi menjadi makanan MUTAN mungkin, bedanya dengan bala bala, mungkin hanya disini ada potongan udang aja, plus saus yang menurut saya juga tidak terlalu spesial. Dilihat dari ukuran dan bentuknya udah NGERI. Terang saja saya bingung mo gimana memulainya. Akhirnya salah satu teteh menyarankan agar pakai nasi aja, trus sisanya di bungkus…ok saya mengikuti sarannya. Akhirnya saya pesen nasi dan mencuil gunungan itu. Karena masi banyak banget saya minta 2 temen yang deket saya juga ikut membantu saya, tapi dasar banyak banget ya tetep saja tidak habis. Akhirnya saya minta makanan itu dibungkus untuk dibawa pulang.

fuyung hai bala-bala

fuyung hai bala-bala

Hehhh….fu yung hai yang aneh

Tags:

3 Comments to “Fu yung hai”

  1. hmm… wisata kuliner nih..

    pake foto pasti lebih bagus pak!! 😀

    apalagi dikasih alamat lengkap sama harga2 di masing2 tempat itu..

    Ok?!
    Sukses ya Pak!!

  2. iya, soalnya fotonya cuma jelek. lewat hp’

    jadi agak males masangnya.

    daftar harga???

    brarti “mereka harus pasang harga dunk” udah diiklanin’ 😀

  3. fyu…..
    kasusnya hampir sama seperti nasi goreng mawut balubur….
    mubazir tuh…. banyak yang gak habis
    ngapa gak dikurangin aja porsinya plus harganya diturunin….
    pasti lebih laris….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: