Corat –coret merayakan kelulusan, Masi Ada ya???!!!

Sebenarnya ini bukanlah hal yang baru bagi dunia pendidikan kita. Sudah dari tahun dulu(kapan ya??) udah ada.

Namun aq gak habis pikir kenapa budaya ini seolah makin ramai saja dari tahun ke tahun. Walaupun tidak semua pelajar melakukan hal itu(corat-coret seragam sekolah dan konvoi) tapi setidaknya, ada pelajaran budi pekerti di sekolah yang secara halus “harusnya” bisa melarang budaya tersebut. Jika esensinya merayakan kepuasan atas kelulusan bukankah lebih baik mengadakan Syukuran dan Doa bersama di halaman sekolah misalnya, hal itu kan lebih beradap.

Tampaknya para siswa sekarang sudah tidak tahu lagi esensi dari pendidikan itu yang sesungguhnya. Entah karena terlalu banyak dijejali budaya-budaya asing, atau karena kondisi psikologis mereka yang tidak terkontrol . Yang jelas bahwa kelulusan itu bagi mereka adalah sesuatu yang sangat prescious dan sangat didewakan. Mereka seakan tidak berfikir lagi untuk bagaimana selanjutnya nanti sehabis lulus. Hal tersebut menunjukkan sangat pendeknya jalan berfikir mereka.

Dan apakah para guru ikut andil dalam pembentukan karakter tersebut??? Saya rasa secara tidak langsung iya.

Namun, jika ditelusuri lebih jauh lagi, budaya insitu(lingkup kecil di sekolah) itulah yang menjadi pemeran utama. Biasanya, anak-anak yang melakukan budaya konvoi ini berasal dari sekolah yang notabene(kelas 2) yang nilainya tidak bagus-bagus amat. Sehingga mereka punya alasan lebih untuk hal itu(karena kebanggaan yang berlebihan pada hasil yang mereka capai). Sedangkan anak-anak pelajar dari Sekolah unggulan biasanya hanya tenang-tenang saja waktu pengumuman kelulusan. Mereka tidak terlalu bangga atau bahkan merayakan secara berlebihan hal tersebut karena mereka menilai hal itu wajar, dan mereka harus berfikir untuk jenjang selanjutnya.

Perbedaan mindset inilah yang menjadikan motivator siswanya bagaimana. Cara berfikir seseorang yang matang dan terarah biasanya terdapat dalam lingkungan yang kondusif. Pembentukan mental membutuhkan suatu setting yang tepat dan itu hanya bisa tercapai jika tiap elemen pendidikan setidaknya ”tau” esensi penting dari Mental dan Karakter siswa sebagai penentu keberhasilan suatu generasi

Nb: td liat gang motor cewek yang sedang kelahi di TV. Astaghfirullah(apakah ini sudah bener2 kembali ke jahiliyah??!!)….Ya Allah, hanya kepadamu aku berlindung (QS An Naas,1-6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: